3 Pria Ini Sulap Kardus Bekas Jadi Barang Bernilai Jutaan Rupiah

6 November 2018 20:07:23

Sejak akhir tahun 2013 tiga orang mahasiswa asal Institut Teknologi Surabaya bernama Angger, Anggara, dan Arief memulai peruntungannya dengan bisnis yang hanya bermodalkan kardus bekas.

Siapa sangka kardus bekas bisa disulap jadi produk berharga jutaan rupiah. Yang diperlukan adalah kreativitas dan kerja keras.

Gambar: Indonesiakreatif.bekraf.go.id

Ketiga mahasiswa itu menamai bisnis kardusnya Dus Duk Duk, saat ini bisnis itu dijalankan bersama-sama dan telah membuka home industry sendiri di Surabaya.

Dus Duk Duk biasanya menerima custom design dari para pemesan, apapun yang dapat mereka buat dari kardus, akan dikerjakan sekreatif dan seunik mungkin.

Namun, saat ini Duk Duk Dus sudah mulai merambah bisnis ritel untuk kerajinan kardusnya. Beberapa produk yang diritel, seperti mainan anak-anak berbentuk binatang, pesawat, organ tubuh, dan tempat pensil. Mainan anak yang dikemas dengan simple itu dijual seharga Rp 150.000 per kemasan.

Para owner ini memang belum mengekspor produk Dus Duk Duk, tapi mereka sudah beberapa kali kerja sama dengan beberapa art designer dan arsitektur dari luar negeri, yaitu Italia dan Belanda.

Italia yang sudah berlangganan memesan kepala rusa dan siluet berbahan kardus. Sementara, Belanda yang baru tahun lalu menjalin kerjasama untuk berkolaborasi dengan Dus Duk Duk. Arief menuturkan mereka meminta untuk dibuatkan produk dari kardus sesuai desain yang diminta.

Harganya pun lumayan, yaitu Rp 10 juta rupiah untuk produk instalasi seni yang dipajang sebagai kap lampu modula hotel di negara khas tulip tersebut.

Keunggulan dari konsep yang disajikan mereka adalah pengemasan yang mudah dan bisa bongkar pasang sendiri. Tentunya disisipkan petunjuk pemasangan di dalamnya. Tujuannya tak lain adalah untuk mempermudah proses pengiriman dan tidak memakan biaya banyak.

Harga termahal yang ditawarkan pun sesuai dengan bentuk produknya, mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 60 juta.Permintaan produk terbanyak biasanya berupa instalasi untuk mall, hotel, kantor, pameran, dan dekorasi lainnya.

Sampai saat ini, Dus Duk Duk sudah menjadi langganan souvenir dan merchandise untuk pengunjung Taman Nasional Baluran-Jawa Timur berbentuk jam dinding berbahan kardus. Jam dinding tersebut dihargai Rp 120.000 per buah.

Anggara mengaku, hingga saat ini di Jakarta sudah banyak yang memesan produknya. Namun, kendala lokasi home industry yang begitu jauh di Surabaya sedikit menggangu permintaan produk dari calon pembeli dari Jakarta.

Anggara melanjutkan, kardus- kardus sebagai bahan utamanya mereka peroleh dari pengempul di pabrik-pabrik yang ada di sekitar Surabaya. (akw)




(***)


copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.