Tips dan Artikel

:

7 Kesalahan Ini Bisa ‘Matikan’ Bisnis Kuliner Kamu

2018 April 27 11:20

Anak muda sekarang ini memang sedang gemar-gemarnya menjajal bisnis sendiri. Dari mulai bisnis pakaian, kafe, hingga makanan. Memang dari sekian banyak bisnis yang ada, bisnis kuliner termasuk yang menggiurkan. Memiliki pangsa pasar hampir segala usia membuat bisnis makanan lebih mudah untuk menggaet pelanggan.

Namun, kamu harus berhati-hati. Membuka bisnis itu penuh dengan tantangan, pastinya ada trial and error dalam mempersiapkannya. Persiapan tersebut meliputi strategi, skema, sampai pengetahuan bisnismu perlu dipersiapkan.

Nah, supaya bisnismu bisa berjalan lebih lancar dan sukses. Baiknya kamu pelajari dulu beberapa kesalahan yang sering ditemui dalam berbisnis kuliner. Berikut uraiannya, seperti dilansir Liputan6.com:

1. Kesalahan riset pasar dan kompetitor

Walaupun kamu sudah menjual kebutuhan pokok semua orang, kamu jangan gegabah dulu. Rencana dan strategi perlu kamu persiapkan juga. Bisa dimulai dengan membaca tren pasar dan para pesaing yang bermain di dalamnya. Kalau bisa, jangan menjual kuliner yang sudah banyak dijual. Kalaupun ingin sama, munculkan inovasi agar produkmu terlihat berbeda dari yang lain.

2. Minim pengalaman dan pemahaman dalam bisnis restoran

Kurangnya pengalaman dan pemahaman bisa menjadi boomerang buatmu. Sebaiknya sebelum membuka usaha, gali dulu berbagai informasi dari berbagai sumber. Kamu bisa belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang bisnis kuliner.

3. Lokasi bisnis

Usaha lontong Medan milik orang tua Bella Shofie ini terbilang cukup laris. Pasalnya, pendapatan per harinya bisa mencapai 300 sampai 400 ribu. Warung makan ini mulai buka pukul 06.00 pagi setiap harinya. (Nurwahyunan/Bintang.com)

Tak jarang pemilik restoran mulai bangkrut karena mereka membuka bisnis di tempat yang salah. Lokasi tempat kamu membuka bisnis penting banget buat kamu pertimbangkan. Sebaiknya kamu buka restoran di lokasi yang cukup strategis, misalnya di area kampus, sekolah, tempat wisata, atau tempat lain yang menjadi pusat keramaian. Dengan begitu, potensi untuk laris mulai terbuka lebar.

4. Kualitas makanan

Banyak juga penjual yang masih mengabaikan poin penting ini. Padahal kualitas rasa dan kebersihan makanan menjadi pertimbangan utama para konsumen, lo.

Sebagai penjual, kamu harus bisa memposisikan diri sebagai pembeli. Konsep atau tema kuliner memang penting, namun jika tidak diimbangi dengan kualitas, tentu pelanggan akan lari.

5. Tidak melakukan promosi

Tak ada bisnis yang bertahan tanpa ada kegiatan promosi yang efektif dan berkelanjutan. Kamu tentu ingin punya banyak pelanggan, maka dari itu jangan malas untuk melakukan promosi. Pemasaran tidak hanya dari mulut ke mulut, akan lebih efektif apabila dilakukan melalui poster, spanduk, leaflet secara konvensional maupun online.

6. Lemah dalam inventaris barang dan kontrol staf

Penyebab gulung tikar sebuah restoran tak hanya dari faktor eksternal, tetapi dari internal juga, lo. Misalnya, kamu rugi karena banyak peralatan dapur yang hilang. Ini bisa disebabkan oleh lemahnya kontrol terhadap barang-barang invetaris atau karyawanmu yang melakukan penyelewengan. Tingkatkan lagi pengawasan terhadap barang dan juga karyawanmu saat bekerja, ya.

7. Manajemen keuangan buruk

Modal jadi hal yang paling sensitif dan krusial. Masalah uang jangan kamu sepelekan. Baiknya kamu mulai belajar manajemen keuangan sembari mempersiapkan keperluan bisnis.

Setelah bisnis berkembang dan memperoleh banyak keuntungan, mungkin saja kamu akan tergiur dan menggunakan uang tanpa dikontrol. Nah, jangan sampai kamu kehilangan modal karena tak mampu mengelola pendapatan. (inf)

(***) 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.