Tips dan Artikel

8 Ide Bisnis Rumahan yang Potensial

2019 July 02 08:17

Kondisi perekonomian saat ini yang masih belum stabil, dimana nilai tukar mata uang Rupiah yang melemah terhadap Dolar AS menyebabkan beberapa implikasi, misalnya kenaikan harga suatu barang.

Tetapi jangan khawatir, dibalik itu semua ternyata ada prospek bisnis yang sangat potensial jika digarap dengan serius, dan menariknya tidak terpengaruh dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.

Sebagai calon pengusaha, kita harus jeli melihat peluang usaha di sekitar kita.  Mereka mengambil ide bisnis rumahan yang tidak terpengaruh anjloknya mata uang dalam negeri.

Berikut ini 8 ide bisnis rumahan yang potensial menghasilkan keuntungan :

1. Bikin boneka

Modal: Rp 5-8 juta

Duit modal itu dipakai untuk membeli peralatan dan bahan, seperti kapas, gunting, kain, dan benang. Lebih bagus kalau bisa nambah dikit untuk membayar dua-tiga pegawai, sehingga produksi lebih banyak.

Agar memastikan keuntungan, pasarkan lewat internet dengan target pembeli di mancanegara. Biar bisa bersaing, pastikan punya kemampuan membuat boneka yang baik, dari segi kualitas maupun desain.

Contoh, boneka wayang Rama & Shinta dijual seharga USD 70 di eBay dengan target pasar internasional. Padahal biaya satu boneka paling cuma Rp 100 ribu. 

2. Hijab

Modal: Rp 5-10 juta

Tidak perlu produksi sendiri kalau ingin bisnis hijab. Kita bisa mengambil dari pemasok, kayak di Pasar Tanah Abang, lalu dijual lagi. Tapi harus pandai tawar-menawar biar bisa kulakan dengan harga miring lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi.

Pasar di dalam negeri masih bagus karena Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim. Kalau mau menggasak peluang lain, pasarkan juga di negeri yang warganya banyak yang muslim, seperti Malaysia, Brunei, atau Arab Saudi.

Contoh, hijab yang di Pasar Tanah Abang seharga Rp 50 ribu rata-rata dihargai 49 ringgit di Malaysia. Dengan kurs 1 ringgit sekitar Rp 3.500, bisa untung 2 kali lipat!

3. Katering

Modal: Rp 20-30 juta

Modal bisnis katering memang agak besar karena keperluannya banyak, seperti beli peralatan masak dan bahan serta gaji asisten. Tapi kalau baru mulai, cari proyek kecil-kecilan dulu saja, seperti menyediakan konsumsi untuk seminar/workshop dengan peserta kurang dari 50 orang.

Tidak perlu muluk-muluk melayani 1.000 tamu undangan. Biar cuma 100 porsi tapi rutin juga menguntungkan.

Bikin menu yang bahannya berasal dari dalam negeri biar pengeluaran tidak besar. Kalau ingin bisnis katering makanan Jepang atau Korea, misalnya, tidak cukup modal Rp 20 juta. Jangan lupa, harus pintar masak.

Contoh, bikin katering dengan menu gudeg untuk 100 tamu undangan. Dengan harga tiap porsi ditetapkan Rp 25 ribu, sedangkan belanja modal cuma Rp 20 ribu, ada keuntungan Rp 5.000 x 100= Rp 500 ribu.  Itu baru satu acara. Dalam sebulan acara bisa lebih dari sekali.

4. Warung makan

Modal: Rp 30-40 juta

Bisnis bikin warung makan hampir sama dengan katering. Hanya modalnya lebih besar karena ada biaya sewa tempat buat warung. Kecuali jika sudah punya tempat sendiri.

Ingat, makan adalah kebutuhan utama manusia untuk bertahan hidup, jadi bisnis warung tidak akan pernah redup.

Seperti katering, jualan menu dalam negeri saja agar tifak perlu memasok bahan dari luar negeri. Pemilihan lokasi warteg di deket kawasan perkantoran/kampus/pusat bisnis pastinya menjanjikan dengan target pelanggan pekerja kantoran/mahasiswa/masyarakat umum. Tentunya masakan juga harus enak agar pelanggan selalu datang.

Contoh, membuat warteg dengan modal Rp 30 juta. Kalau memasang target pendapatan minimal Rp 300 ribu sehari, dalam tiga bulan sudah balik modal. Untuk mengejar target, bisa manfaatkan internet dan smartphone untuk layanan delivery.

5. Tour guide

Modal: Rp 10-15 juta

Membuat usaha biro wisata dengan target utama turis asing, karena mereka membayar dengan  mata uang asing dengan mengikuti kurs rupiah. Namun, pastikan harus fasih setidaknya bahasa Inggris.

Untuk pemasaran, bisa disupport dengan membuat website biro wisata. Jika tidak mampu membuat sendiri, bisa juga mencari jasa pembuatan website. Dengan duit sekitar Rp 500 ribu sudah bisa membayar jasa pembuatan situs yang simpel. Jika dibandingkan dengan potensi pendapatan dari wisata buat turis asing ini tidak seberapa.

Contoh, paket wisata dengan harga US$ 10 per orang. Biasanya turis berwisata dalam kelompok. Kalau tiap kelompok ada 5 orang misalnya, sudah terkumpul Rp  700 ribu dengan kurs 1 dolar=Rp 14 ribu. Kalau ada 2 kelompok dalam sehari, bisa dihitung sendiri labanya.

6. Kerajinan tangan

Modal: Rp 10-20 juta

Membuka bisnis kerajinan tangan dengan bahan murni dari dalam negeri. Jika bisa membuat sendiri dan mempekerjakan pegawai, itu bagus. Tapi kalau tidak bisa, kita bisa datengin produk dari sentra usaha kecil-menengah di daerah.

Orang Amerika, Eropa, Australia sangat suka dengan kerajinan tangan khas Indonesia, mereka suka dengan sifatnya yang unik dan tradisional disamping bentuknya yang menarik.

Di Sumedang dan Sleman ada desa penghasil kerajinan bambu. Kalau mau bisnis kerajinan tanah liat, bisa kulakan di Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Kita harus tahu seluk-beluk kerajinan yang mau ditekuni sebagai bisnis agar bisa memasarkan dengan baik, syukur-syukur sampai ke negeri tetangga.

Contoh, kulakan patung tanah liat hiasan meja seharga Rp 3.000. Di pasar mancanegara, contohnya eBay, patung itu bisa dihargai sedikitnya US$ 1. Apalagi jika bentuknya eksotis kayak tokoh wayang.

7. Batik

Modal: Rp 10-20 juta

Batik Indonesia sudah diakui UNESCO, jadi sudah memiliki nama baik di dunia internasional. Jika ingin bisnis batik berkualitas, misalnya batik tulis, otomatis modalnya juga besar karena harganya pun mahal.

Batik Indonesia sudah diakui UNESCO. Otomatis harga jualnya pun ikut terdongkrak karena status itu. Plus semakin banyak orang, terutama orang di luar negeri yang penasaran dengan batik khas Indonesia.

Kita bisa kerja sama dengan kelompok-kelompok pembatik di daerah seperti Solo, Pekalongan, dan Yogyakarta untuk memproduksi batik. Jika ingin, bisa lebih fokus ke pasar luar negeri lewat toko online dengan pengantar berbahasa inggris.

Contoh, kulakan batik tulis di Solo dengan harga Rp 200 ribu. Di pasar luar negeri, misalnya Amerika, batik tulis bisa dibanderol hingga US$ 50.

Di luar negeri juga sering diadakan pameran produk dalam negeri yang difasilitasi pemerintah. Acara seperti ini bisa dimanfaatkan untuk pemasaran produk batik ke dunia internasional.

8. Jamu

Modal: Rp 5-10 juta

Siapa bilang jualan jamu harus muter-muter jalan kaki sambil gendong botol jamu? Jamu Nusantara punya pasar di luar negeri, khususnya buat warga Indonesia yang tinggal di mancanegara entah karena kuliah, kerja, bisnis atau yang lain.

Buat penduduk lokal pun jamu masih jadi idola, menjadi obat organik untuk menjaga kesehatan. Tapi kalau buka bisnis ini kita harus mengetahui bahan-bahan untuk membuat jamu.

Menurut laporan Kontan, jamu memperkuat nilai ekspor kita. Artinya, pasar jamu Indonesia di mancanegara bagus. Jamu kunyit asem yang dijual Rp 5 ribu per botol di Jogja, misalnya, bisa lebih mahal 2-3 kali lipatnya jika dipasarkan di luar negeri, misalnya Malaysia.

Itulah 8 ide bisnis rumahan yang potensial. Semuanya mengandalkan bahan dalam negeri jadi tidak terpengaruh nilai tukar mata uang.

Untuk memaksimalkan keuntungan, bisnis bisa menargetkan pasar di luar negeri agar kita dibayar dengan dolar atau mata uang lain yang nilainya lebih tinggi ketimbang rupiah. Atau bisa juga fokus lebih dulu untuk mengembangkan bisnis di dalam negeri dahulu.

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.