Tips dan Artikel

Apa Alasan Bisnis UKM Bisa Bangkrut dengan Cepat?

2018 May 24 17:05

Banyak bisnis kecil atau UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia yang mendulang untung serta kesuksesan. Namun tidak sedikit juga yang akhirnya kandas bahkan sebelum mencapai tahun kelimanya.

Modal usaha yang belum memadai merupakan salah satu alasan sulitnya UKM berkembang di Indonesia, terutama daerah-daerah yang masih sulit melakukan kredit usaha untuk modal dari perbankan. Selain itu beberapa kesalahan dalam menjalankan UKM juga menjadi alasan yang menyebabkan kebangkrutan. Oleh karena itu pengusaha UKM harus mempersiapkan diri demi menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.

Ada lima kesalahan mendasar yang sering dilakukan oleh pengusaha UKM, seperti dikutip dari CNBC:

1. Melakukan semuanya sendiri

Pada usaha kecil, awalnya semua orang melakukan pekerjaan yang bisa dikerjakannya maupun yang keluar dari pekerjaan utamanya. Namun seberapa semangat dan niatnya kamu dan karyawan melakukan semuanya sendirian, bila semuanya sudah diluar kemampuan kamu, maka sudah saatnya kamu meminta bantuan.

Jangan segan meminta bantuan dari luar untuk pekerjaan yang sudah tidak bisa lagi kamu kerjakan bersama tim kamu. Bisnis yang sedang tumbuh pastinya memerlukan orang-orang yang memang ahlinya.

2. Beranggapan bahwa suatu produk dapat terjual dengan sendirinya

Usaha kamu mungkin saja menjual sebuah produk yang paling revolusioner dan canggih sepanjang zaman, namun tidak akan ada yang membelinya bila tidak ada orang yang tahu akan keberadaan produk tersebut. Karenanya kamu butuh sebuah rencana marketing yang dapat menjual produk kamu.

Strategi marketing yang paling ampuh adalah “dari mulut-ke-mulut”. Untuk mengoptimalkan strategi ini, kamu bisa memanfaatkan media sosial, seperti Twitter atau Facebook. Kamu juga harus aktif mempromosikan produk kamu dalam komunitas sehingga orang-orang bisa tahu akan usaha serta produk kamu.

3. Tidak mengetahui cara mengatur keuangan perusahaan

Beberapa pengusaha mungkin handal dalam menyusun konsep bisnis ataupun dalam menjual produk dan layanan mereka. Namun, sedikit yang paham akan keuangan atau kondisi finansial perusahaan, yang justru sangat penting dalam menjalankan usaha.

Semua keputusan yang diambil dalam bisnis akan selalu berhubungan dengan kondisi finansial perusahaan. Dengan kata lain, mustahil untuk mengambil suatu keputusan bila kamu tidak mengerti mengenai kondisi finansial perusahaan kamu.

4. Mengabaikan aspek yang paling menguntungkan dalam bisnis

Banyak pengusaha yang merasa tidak sabar ketika penjualan sedang lesu. Sehingga mereka kemudian mengalihkan fokus mereka untuk menjual produk lain atau produk baru demi menambah omset.

Meski cara ini tidak salah, namun bila hal ini terus menerus dilakukan, bisnis kamu akan kehilangan fokusnya. Kamu justru melewati hal yang terpenting, yakni menentukan penjualan mana yang justru paling optimal.

Sebuah bisnis yang sukses akan terus bertahan dalam menjual atau mengerjakan yang terbaik yang mereka punya. Karenanya, jangan terburu-buru untuk mencari produk baru, cobalah untuk lebih fokus. Ciptakanlah sebuah produk yang akan bisa digunakan untuk jangka waktu lama, dengan begitu sampai kapanpun konsumen akan mencarinya.

5. Memulai bisnis dengan modal yang minim

Menjalankan UKM memiliki tantangan tersendiri. Karenanya, ada baiknya bila kamu memiliki akses modal yang cukup. Sehingga kamu bisa mempersiapkan bisnis menghadapi masa awal pertumbuhan yang tidak mudah.

Beberapa pertanyaan yang harus kamu tanyakan di antaranya: Berapa besar biaya produksi kamu? Apakah perlu menyewa gudang? Berapa banyak pegawai yang kamu butuhkan?

Setelah kamu mengetahui semua jawaban tersebut, serta beberapa pertanyaan penting lainnya, kamu bisa mulai untuk memperkirakan berapa besaran modal yang kamu perlukan untuk memulai usaha kamu. Untuk mendapatkan modal usaha ini, kamu bisa mengajukan kredit usaha ke perbankan atau menggunakan dana yang memang telah kamu persiapkan sebelumnya. (inf)

(***) 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.