Tips dan Artikel

Berjualan Mainan Untuk Kecerdasan Anak, Pria Ini Mampu Hasilkan Puluhan Juta Per bulan

2018 October 05 19:07

Peluang usaha berjualan
mainan anak memang tidak ada matinya. Dari dulu hingga sekarang peluang usaha
yang satu ini mampu bertahan menembus segala macam rintangan pasar yang ada.
 Dengan melihat potensi seperti ini, tentu kita bisa melihat ada banyak
para penjual mainan anak saat ini.

 

Namun ternyata dibalik
penjualan mainan anak yang sarat akan persaingan yang ketat, masih ada lagi
potensi yang bisa digali untuk memaksimalkan keuntungan, sekaligus mampu
memenangkan persaingan. Yaitu, dengan menjual mainan anak secara unik atau
mainan yang mampu memberikan edukasi positif bagi sang anak. Peluang usaha
inilah yang digeluti oleh seorang pria bernama Dodi Mustafa.

 

Dengan semakin majunya
perkembangan teknologi saat ini, maka semakin banyak pula variasi mainan yang
mendukung perkembangan anak ke arah positif. Hal ini jugalah yang dimanfaatkan
oleh Dodi untuk menekuni peluang usaha berjualan mainan edukasi bagi anak. Dodi
mengaku bahwa ia melihat ada potensi yang sangat besar dari berjualan mainan
seperti ini untuk anak-anak Indonesia yang kreatif.

 

Dodi mendirikan sebuah
usaha mainan edukasi bagi anak dengan bahan dasar kayu. Nantinya, mainan
tersebut dapat diubah polanya sesuai dengan keinginan sang anak. Menurutnya,
mainan ini tidak jauh berbeda dengan puzzle, namun dalam bentuk 3 dimensi.
Menariknya, produk yang ia tawarkan tidak hanya menjadi bahan edukasi
anak-anak, melainkan juga bisa menjadi sebagai pajangan dan hiasan dekorasi
rumah karena bentuknya yang sangat menarik.

 

“Seperti yang kita tahu,
bahwa anak-anak adalah sebuah aset yang sangat berharga bagi bangsa di masa
depan. Dan semua pola pikir anak terbentuk dari cara mereka bermain. Faktanya,
sedikit banyak pola dari mainan anak sewaktu kecil akan berdampak terhadap pola
pikirnya di masa depan. Nah, dari sisi inilah yang coba kita eksplor”, ungkap
Dodi.

 

Bercerita soal usahanya,
Dodi mengaku bahwa ia memulai peluang usaha ini, sejak ia berhenti dari pekerjaan
lamanya dan memutuskan untuk membuka sebuah usaha yang berhubungan dengan
kerajinan tangan kreatif yang memiliki fungsi positif.

 

Dengan bermodal sekitar
Rp 60 juta, Dodi kala itu berupaya untuk mulai bekerja sama dengan seorang
partner. Setelahnya ia langsung melakukan desain terhadap produk yang ingin ia
pasarnya. Hingga akhirnya sebuah produk mainan edukasi yang ia beri nama “Jamooga”.
Dodi memulai usaha ini tepat pada Maret 2017, di sebuah kawasan di Bandung.

 

Rutin mengikuti pameran

Tak berhenti sampai di
situ, untuk meningkatkan jangkauan pemasaran dari produk miliknya Dodi kerap
mengikuti banyak pameran atau bazaar. Selain mendapatkan pemasaran yang lebih
baik, disini Dodi bisa bertemu dengan berbagai macam orang yang nantinya bisa
diajak bekerja sama untuk bisnis yang dijalaninya.

 

Ternyata, banyak yang
cukup tertarik dengan produk yang ia tawarkan. Banyak masyarakat yang antusias
untuk memiliki produk mainan miliknya tersebut karena dinilai cukup unik dan
mampu memberikan edukasi positif bagi anak-anak.

 

Berkat rajin mengikuti
pameran dan bazaar tersebut, Dodi pun akhirnya berhasil memasarkan mainannya ke
beberapa negara. Sebut saja seperti Italia, Jepang, Meksiko, dan lain
sebagainya.

 

Bisnis yang semakin berkembang

Seiring dengan semakin
berkembangnya peluang usaha yang ia jalani, maka Dodi memutuskan melakukan
kerja sama dengan para pengrajin kayu di wilayah Jepara serta Jogja. Alhasil,
kini Dodi mampu memproduksi sekitar 5.000 mainan anak dalam sebulan.

 

Kini, Dodi tengah
berfokus untuk melakukan pemasaran produknya di beberapa kota besar di
Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Bali, namun tetap melayani pemesanan
untuk pasar luar negeri. Untuk tiap produknya, Dodi mematok harga sekitar Rp
124.000 hingga Rp 500.000 per item. Dengan harga yang ditawarkan, Dodi berhasil
meraup keuntungan sekitar Rp 40 juta per bulannya.

Hambatan usaha yang
harus dihadapi

Di lain sisi, Dodi juga
mengaku bahwa tidak mudah untuk memasarkan produk miliknya tersebut. Ada
berbagai hambatan yang harus ia hadapi, salah satunya adalah masalah bahan
baku, hingga sumber daya manusia yang minim.  

 

Awalnya, Dodi mengaku
berniat untuk menggunakan kayu daur ulang untuk dijadikan bahan baku. Namun
seiring berjalannya waktu, hal tersebut menjadi tidak memungkinkan. Karena
pemesanan yang semakin tinggi, maka kebutuhan akan bahan baku semakin meningkat
dan harus menggunakan kayu baru, di mana bahan baku kayu yang berkualitas masih
sulit untuk didapat.

 

Bagaimana menurut Sobiz,
apakah tertarik untuk mengikuti jejak Dodi dengan memulai peluang usaha
berjualan mainan anak?

Temukan lebih banyak
informasi seputar referensi peluang usaha lengkap dengan berbagai tips dan trik
untuk mengembangkan usaha tersebut dengan cara bergabung bersama komunitas
YellowPages. Tak hanya itu, dengan bergabung bersama YellowPages, maka Sobiz
juga bisa mendapatkan bantuan serta dukungan modal usaha secara mudah. Jadi,
tunggu apalagi? Segera kunjungi website resmi YellowPages di YellowPages sekarang juga!

 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.