Tips dan Artikel

Kisah Sukses Pria Yang Keluar Dari Militer Dan Memutuskan Berjualan Es Batu

2018 October 21 08:18

Setelah bertahun-tahun mengabdikan hidupnya sebagai seorang
anggota militer, pria ini justru memilih untuk membuka sebuah usaha berjualan
es batu. Ya, pria dengan nama Andi Sudirman, tidak bisa membendung tekadnya
untuk bergerak di bidang bisnis, yang diakuinya didapat dari sang ayah.
Di akhir masa abdinya sebagai anggota militer, Andi berpangkat
sersan mayor TNI Angkatan Darat. Namun semua itu harus ia lepas lantaran
niatnya berjualan es batu kristal. Memang, pada awalnya banyak orang yang
meragukan bisnis ini namun pada akhirnya Andi pun sukses membuktikan bahwa ia
mampu meraih banyak keuntungan dari bisnis ini.
Dengan berjualan es batu kristal ini, Andi mampu memenuhi
kebutuhan berbagai rumah makan, restoran, cafe, dan tempat lainnya. Menariknya,
lewat air beku ini, Andi mampu meningkatkan pendapatan setiap tahunnya.
Andi mengakui bahwa peluang usaha berjualan es kristal ini sudah
mulai dijalankannya sejak ia masih menjadi anggota militer. Namun pada saat
itu, ia masih belum bisa fokus hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk
menanggalkan seragamnya dan konsentrasi pada peluang usaha berjualan es batu
ini.
Sudah memiliki jiwa bisnis sejak kecil
Keputusan Andi untuk meninggalkan militer dan beralih menjadi
pengusaha bukan tanpa alasan. Pasalnya, sejak kecil Andi sudah sering diajak
berjualan ikan oleh sang ayah, Syariffudin. Dari sinilah jiwa enterpreneur Andi
sudah terbangun sejak kecil. Bahkan, ia pun sudah pernah merasakan berjualan es
batu batangan di pasar, di kampung halamannya.
“Saya dulu juga pernah berjualan es batu batangan ketika kecil.
Dan akhirnya saya terpikir untuk melanjutkan serta mengembangkan produk es batu
ini saja, namun dengan konsep yang lebih modern sehingga memiliki nilai yang
lebih tinggi,” ujar Andi.
Awal mula berbisnis
Andi juga mengaku bahwa ia memberanikan diri untuk membuka usaha
berjualan es batu kristal ini dengan modal dari menggadai BPKB mobil milik
saudaranya pada tahun 2011 yang lalu. Dari hasil menggadai tersebut, ia pun
mendapatkan modal sebesar Rp 40 juta untuk membeli sebuah mesin pencetak es
batu kristal.
Di awal usahanya, Andi hanya mampu memproduksi sekitar 180 kg es
batu kristal per harinya sekaligus merangkap sebagai orang yang mengantar
produk tersebut. Kala itu, dengan jaringan bisnis yang masih terbatas Andi
harus menawarkan es batu lewat cara door to door.
“Awalnya memang sulit, tidak ada yang mau membeli es batu saya, bahkan
es saya sampai meleleh di perjalanan, karena waktu itu saya mengantar
menggunakan sepeda motor,” tambahnya.
Berkat mental serta didikan pantang menyerah yang ia dapat dari
militer, membuat Andi mampu terus bertahan mencari pelanggan baru untuk usahanya.
Terbukti, ia mendapatkan pelanggan pertamanya dengan total 6 pak es per harinya
dan masing-masing pak berisi 10 kg es batu kristal.
Bisnis yang mulai dikenal luas
Semakin hari, pelanggan Andi pun semakin bertambah dan bisnis yang
ia jalankan semakin dikenal di wilayah tempat ia tinggal. Alhasil, Andi harus
berupaya meningkatkan kapasitas produksi yang ia miliki. Andi memutuskan untuk
mengembangkan usahanya dengan menggunakan modal yang lebih besar untuk membeli
mesin baru yang mampu memproduksi 1 ton es batu kristal per harinya.
Masih di tahun yang sama, Andi memutuskan untuk sekali lagi
memperbesar produksinya. Kali ini, ia mencoba untuk meminjam modal dari Bank.
Hingga akhirnya di tahun 2013, ia membeli sebuah mesin cetak es batu baru
seharga Rp 552 juta yang mampu memproduksi sekitar 4 ton per harinya.
Setelah berhasil meningkatkan produksi es batu nya, Andi mencoba
meningkatkan operasionalnya, salah satunya dengan membeli beberapa unit mobil
pick up untuk mengantar pesanan es batunya tersebut.
Kesuksesan yang diraih saat ini
Setelah beberapa tahun menekuni usahanya tersebut, akhirnya Andi
mampu mencetak sedikitnya 3,5 ton es kristal per harinya. Dengan nama usaha Es
Kristal Pandawa, Andi berhasil mendapatkan pelanggan mulai dari pedagang minuman
di kelas kaki lima, hingga restoran yang menggunakan standar internasional.
Sementara untuk kegiatan operasional, ia kini sudah memiliki satu
truk, satu buah mobil grand mobil box, serta tiga motor khusus pengangkut es
batu.
“Kini saya sudah memiliki reseller di kota Samarinda dan
sekitarnya. Sekarang saya sudah memiliki pelanggan tetap dari restoran-restoran
yang ada di mall, salah satunya seperti KFC yang memang membutuhkan es kristal
dengan standar khusus,” tandas Andi.
Salah satu yang menjadi keunikan sekaligus keunggulan dari Es
Kristal Pandawa milik Andi adalah bentuk yang menarik serta jaminan higienis
dan steril. Tak tanggung-tanggung, Andi mengaku setiap bulannya harus melakukan
uji kimia di setiap hasil produksi pabrik miliknya.
Jadi, bagaimana dengan Sobiz, tertarik kah untuk memulai bisnis es
batu seperti ini? Segera bergabung bersama komunitas YellowPages sekarang juga
untuk mendapatkan informasi terupdate seputar peluang usaha, trik dan tips
mengembangkan usaha, hingga pinjaman modal mudah untuk mengembangkan usaha yang
dimiliki.

Untuk
informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi YellowPages,
dari sekarang! 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.