Tips dan Artikel

Benarkah Kemampuan Multitasking Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Otak?

2018 March 20 09:07

Kemampuan mengerjakan dua hal atau lebih dalam satu waktu sekaligus atau biasa disebut multitasking, mungkin tampak seperti sebuah efisiensi waktu. Tapi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa multitasking ternyata dapat menghambat produktivitas akibat akumulasi waktu yang terbuang saat seseorang beralih dari satu tugas ke tugas lainnya.

Alasannya, otak kita hanya bisa melakukan satu hal dalam satu waktu. Saat kita merasa kita sedang melakukan beberapa hal sekaligus, sebenarnya tidak. Bagi otak kita, kita hanya maju mundur mengerjakan tugas-tugas itu.

Menurut penelitian, melakukan hal seperti ini secara berulang-ulang membuat otak kita lelah dan menurunkan kemampuan kognitif. Suatu penelitian pada 2007 menemukan bahwa pengetahuan karyawan yang diinterupsi setiap tiga menit oleh email dan gangguan lain akan menurunkan kemampuan mereka secara umum untuk menyelesaikan sesuatu.

Penelitian tersebut memperkirakan bahwa gangguan seperti itu akan merugikan suatu perusahaan dengan 50.000 karyawan sebesar US$1 miliar akibat waktu yang hilang, kreativitas yang menurun, kesalahan dan stres berlebihan.

Multitasking “menghasilkan pemikiran dangkal, mengurangi kreativitas, meningkatkan kesalahan dan menurunkan kemampuan kita untuk memblok informasi yang tidak relevan,” kata Dr Sandra Bond Chapman, pendiri dan direktur utama Center for BrainHealth di The University of Texas di Dallas, lewat email.

Karena otak tak dirancang untuk melakukan multitasking, maka semakin lama otak akan mengalami tingkat stres dan depresi yang meningkat dan menurunkan kemampuan intelektual secara umum, katanya.

Stanford untuk mendukung temuan ini, mengklaim bahwa orang yang multitasking memiliki rentang perhatian lebih rendah daripada mereka yang lebih memilih untuk menyelesaikan satu tugas sekaligus.

Setelah melakukan eksperimen terhadap 100 pelajar yang diminta menyelesaikan serangkaian tes, ilmuwan sosial di universitas tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang mencoba melakukan beberapa hal secara bersamaan mudah terganggu dan memiliki sedikit kesulitan mengontrol perhatian dibandingkan mereka yang menyelesaikan tugasnya satu demi satu.

Lebih buruk lagi, sebuah studi di University of Sussex menunjukkan bahwa multitasking bahkan bisa menghambat fungsi otak.

Periset melihat hasil pemindaian MRI pada orang-orang yang sering melakukan beberapa aktivitas menggunakan beberapa perangkat elektronik sekaligus (misalnya mengirim SMS sambil menonton TV), ternyata memiliki kepadatan materi abu-abu yang lebih rendah di otaknya. 

Ini artinya, mereka memiliki kontrol kognitif yang kurang dan cenderung mengalami rentang perhatian yang buruk.

Menentukan tugas mana yang paling perlu diprioritaskan, membuat daftar urutan kerja, lalu fokus mengerjakannya. Percayalah, kemampuan ber-multitasking itu nggak patut kamu banggakan. (inf)

(***) 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.