Tips dan Artikel

Berbisnis Fotografi Modal Minim, Bagaimana Memulainya?

2018 April 13 16:00

Sebagian orang beranggapan bahwa bisnis fotografi adalah bisnis yang bermodal besar, bisa dihitung dari jumlah asset yang harus dimiliki seorang fotografer, cukup besar untuk memiliki sebuah studio lengkap dengan peralatan foto yang profesional. Tetapi saat ini paradigma itu telah bergeser, dunia digital membawa perubahan besar terhadap perkembangan fotografi itu sendiri. 

Kamu tidak perlu memiliki kamera mahal dengan studio pencetakan film, atau memiliki toko untuk menjual jasa. Secara umum fotografer adalah seseorang yang bekerja memberikan jasa fotografi, biasanya melalui tahapan proses: bertemu klien, mengambil gambar, mencetak, memberikan gambar tersebut kepada klien, dan mendapatkan bayaran atas jasa tersebut. Tetapi saat ini ruang lingkup pekerjaan fotografer bukan hanya itu saja.

Seperti dilansir Idntimes, sebenarnya tidak susah untuk mendapatkan uang dari fotografi. Ada beberapa cara memulai bisnis fotografi tanpa mengeluarkan modal yang banyak. Berikut di antaranya:

1. Tanpa modal pun bisa kok!

Kalau kamu bisa foto dan paham alat-alat fotografi, itu merupakan poin penting. Jika ada permintaan foto, kamu bisa minta DP (uang muka) pembayaran untuk biaya kamu sewa alat.

Sekarang sudah banyak jasa persewaan fotografi yang lengkap dengan harga terjangkau. Pastikan alat yang kamu sewa dalam kondisi prima. Nah, berawal dari itu, kamu bisa sambil menabung untuk memiliki peralatan fotografi terbaikmu.

2. Perlukah peralatan mahal?

Peralatan yang mahal akan memudahkan bekerja, tetapi tak dapat menjamin hasil fotografi yang bagus. Man behind the gun!

Bukan hal mustahil kalau kamu bisa menghasilkan foto dengan peralatan seadanya. Hal yang harus diyakini adalah bagaimana kamu bisa memberikan ide dan konsep yang terbaik.

3. Bikin portofolio terbaik

Portofolio merupakan bukti nyata hasil kerjamu untuk menarik klien. Sebelum kamu mencari klien, pastikan kamu memiliki portofolio yang menjanjikan. Banyak orang akan lebih tertarik dengan melihat contoh karyamu, daripada hanya sekedar promosi lisan.

Portofolio ini bisa jadi patokan tipe atau gaya fotomu bagi orang lain. Jadi, saat klienmu mulai meminta sesuatu yang aneh-aneh, kamu punya alasan kuat.

4. Daripada dibayar murah, gratiskan saja!

Saat pertama kali mulai karir sebagai fotografer, pasti ada klien yang tidak menghargai karyamu. Harga diri kalian sebagai seorang fotografer akan dipertaruhkan di sini. Dengan menggratiskannya, kamu pun tidak terlalu punya banyak beban pekerjaan.

Apa sih yang bisa diharapkan orang dengan biaya gratis? Hal ini bisa kamu lakukan saat kurang yakin dengan kemampuanmu. Hal ini bisa kamu lakukan jika orang tersebut memang klien yang menjanjikan (bakal reorder atau punya koneksi kuat), hitung-hitung nambahin portofolio.

5. Foto teman sendiri

Pasti banyak yang salah persepsi, dengan fotoin teman sendiri harganya bisa lebih murah. Ingat poin nomor 4, ya! Teman yang baik justru akan memberikan harga terbaik untuk membantumu berkembang.

Itu bukan patokan yang harus kamu pegang teguh, kok! Semua kembali menurut prinsip masing-masing. Hal yang baik saat foto teman sendiri adalah kamu bisa menemukan klienmu secara berkala dari mulut ke mulut. 

6. Membuat patokan harga

Nah, pasti mulai berpikir kan, lalu berapa sih tarif yang benar dalam jasa fotografi? Tak ada yang salah dalam menentukan tarif. Sebagai seorang fotografer, kamu adalah seseorang yang membantu orang lain untuk menghasilkan foto yang terbaik.

Banyak aspek yang harus diperhitungkan selain peralatanmu. Semoga video ini bisa membuka pikiran untuk menentukan tarif jasa fotomu.

7. Testimonial terbaik

Setelah kamu bisa mendapatkan beberapa klien, cobalah bertanya pendapat mereka. Hal ini bisa menjadi acuanmu dalam intropeksi diri. Selain portofolio, kamu bisa menjadikan testimonial mereka sebagai alat bantu menarik klien selanjutnya.

Kumpulkan testimonial sejenis, hal ini bisa menjawab pertanyaan kelebihanmu paling menonjol saat bekerja. Misalnya ternyata fotomu bagus, komunikasi bagus, kerjanya cepat, dan lain-lain. (inf)

(***) 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.