Tips dan Artikel

Indonesia Gelar Pameran Archex 2018 di Malaysia

2018 April 04 13:39

Pemerintah terus berupaya mendorong pemasaran produk Indonesia hingga ke luar negeri. Tak hanya produk perusahaan besar Indonesia, pemerintah juga mendorong pelaku Usaha Kecil Menegah (UKM) di desa-desa untuk memasarkan produk unggulannya ke luar negeri.

Dalam mengupayakan pemasaran produk UKM desa hingga ke luar negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia bersama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar pameran UKM dan Pariwisata di Kuala Lumpur, Malaysia. Pameran ini bertajuk ‘Indonesia Archipelago Exhibition (Archex) 2018’.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana mengatakan, potensi produk dan pariwisata Indonesia di Malaysia sangat besar. 
Hal ini dikarenakan sekitar 20 juta masyarakat Malaysia menjadi turis Indonesia. Dilansir dari Kumparan.com, Rabu (4/03/2018) “Perlu diketahui di sini ada 20 juta turis dan sering menikmati produk Indonesia. Sehingga ekspor ke Malaysia itu sangat besar,” jelas Rusdi dalam sambutannya di lokasi pameran, Selasa (3/4).

Melihat potensi ekspor yang cukup besar tersebut, Rusdi berkomitmen akan terus meningkatkan hubungan kerja sama dengan pemerintah dan investor Malaysia. Ia berharap, melalui pameran Archex 2018 dapat membuka peluang yang selebar-lebarnya bagi Negeri Jiran itu untuk berinvestasi di Indonesia.

“Tentu kita tidak hanya sekadar melakukan ekspor ke Malaysia tapi juga mempererat hubungan Indonesia-Malaysia. Begitu indahnya hubungan kita. Kita akan laksanakan Archex ini bukan hanya untuk pameran UKM saja, tapi investasi infrastruktur, misal pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menilai, Archex 2018 dapat mempermudah akses pasar antara pelaku usaha UKM desa dengan investor Malaysia. Selama ini, kata Eko, Kemendes PDTT telah menjalankan program khusus untuk meningkatkan nilai produksi dan jual dari produk-produk UKM desa, yakni Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prokades).

“Kita tunjukkan di Prokades ada sektor pariwisata, UKM, yang juga bisa diekspor ke Malaysia. Mereka bisa mengadakan pameran di sini untuk memperlihatkan produk-produk mereka yang layak dieskpor ke Malaysia,” ujar Eko.

“Nanti produk itu ekspornya bisa online, dengan portal yang disediakan Pak Dubes,” imbuh Eko.

Eko mengatakan, Malaysia dipilih sebagai tempat menggelar pameran produk UKM desa, karena banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Malaysia. Menurutnya, sekitar 3-4 juta WNI tinggal di Malaysia saat ini.

“Dengan banyaknya warga Indonesia di sini dan melalui pameran ini dapat membantu memasarkan dan membangkitkan perekonomian di desa-desa, bisa mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan yang ada di Indonesia,” kata dia.

Pameran ini diikuti setidaknya 115 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari seluruh Indonesia. Pameran diselenggarakan mulai Selasa (2/4) hingga Kamis (5/4) di Aula Hasanuddin KBRI untuk Malaysia.

Pemeran ini memamerkan 7 jenis komoditas produk unggulan desa, yakni bahan non-pokok, bahan pokok, herbal atau rempah, kerajinan, kopi, makanan ringan, dan destinasi wisata. Selain binaan Kemendes PDTT, sejumlah BUMDes dan unit usaha ekonomi lain binaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Jawa Barat (BJB) juga mengikuti pameran tersebut.

(***)

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.