Tips dan Artikel

Ini Dia 4 Anak Muda Jebolan Indonesia yang Sukses Lewat Sociopreneur

2018 March 09 19:46

Tidak semua anak muda acuh akan kegiatan sosial, contohnya seperti kelima sosok sociopreneur Indonesia ini yang memang patut kamu idolakan, karena memang mereka sangat kreatif juga inspiratf!

Berawal dari permasalahan sosial yang masih banyak ditemui di Indonesia. Beberapa orang ini pun tergerak hatinya untuk menjalankan usaha yang tidak hanya mengambil keuntungan semata, namun juga upaya untuk menolong sesama yang membutuhkan bantuan.

Memiliki latar belakang yang berbeda, namun mereka punya satu tujuan yang sama yaitu bermanfaat bagi sesama kontribusi untuk kemajuan bangsa. Lalu, sudahkah kamu tertarik menjadi sociopreneur sukses? 

Sebelum terjun dan menetapkan diri untuk menjadi sociopreneur yang sukses, yuk kita cari tahu awal kisah mereka terjun ke dunia sociopreneur seperti apa? 

Inilah, kelima 5 sosok sociopreneur Indonesia paling inspiratif, patut diidolakan yang buktikan wirausaha dengan membantu sesama pun tetap bisa sukses.
1. Gamal Albinsaid

Sumber: Instagram/@gamalalbinsaid

Dikutip dari brilio.net, berangkat dari kisah nyata dr. Gamal yang melihat seorang anak tidak bisa pergi berobat hanya karena sang ayah tidak memiliki uang yang cukup untuk berobat sehingga mengakibatkan sang anak menghembuskan nafas terakhirnya di gerobak sampah ayahnya. Anak tiga tahun itu menderita diare berkelanjutan. 

Bermula dari kisah itu pun, ia mendirikan Klinik Asuransi Sampah untuk masyarakat yang kurang mampu dan bisa mendapat fasilitas kesehatan dengan menukarkan hasil sampah mereka. Atas ide inovatifnya tersebut, dr. Gamal pun mendapat penghargaan yang banyak sekali dari dalam juga luar negeri.
2. Alfatih Timur

Sumber: Instagram/@alfatihtimur

Berawal dari keinginan gotong royong yang memfasilitasi kebutuhan dana masyarakat untuk berobat maupun sebagai sarana beramal kepada yang terkena musibah. Timi bersama rekannya mendirikan kitabisa.com.

Pendirian kitabisa.com sendiri terinspirasi saat dirinya melakukan riset terhadap situs-situs penggalangan dana yang ada di dunia, salah satunya crowdfunding.com. Di tahun 2017, kitabisa.com berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 162,8 miliar. Di tahun 2016, ia pun dinobatkan sebagai salah satu 30 Under 30 Forbes Asia atas inovasinya tersebut.
3. Agis Nur Aulia

Sumber: Instagram/@aguskunfath

Terbukti bahwa tidak semua anak muda yang enggan terjun di bidang pertanian, karena kebanyakan mereka yang enggan memiliki alasan gengsi yang tinggi.

Namun, hal ini tak berlaku bagi Agis, sarjana muda cumlaude dari Universitas Gajah Mada ini malah memilih untuk terjun ke dunia pertanian, ia serius dalam menggarap pertanian terpadu dan mengajak anak muda lainnya untuk ikut bertani.

Keinginannya untuk berkontribusi mewujudkan swasembada pangan, mendorong Agis merintis usaha peternakan sapi perah, kambing etawa, dan domba.
4. Dea Valencia

Sumber: Instagram/@deavalencia

Wanita lulusan Universitas Multimedia Nusantara, Tanggerang ini. Memang selalu memiliki cita-cita untuk menjadi social culture entrepreneur yang mampu membawa batik ke pasar internasional.

Dea tidak bekerja sendiri. Kepekaannya terhadap kaum difabel membuat Dea ingin pula memberdayakan mereka. Di bisnis yang ia jalani, Dea dibantu dan didukung penuh oleh 80 orang karyawan, 40 orang di antaranya merupakan kaum difabel yang memiliki semangat dan kerja keras. 
Batik Kultur Dea pun semakin sukses bukan hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri seperti Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Belanda, Jerman, dan beberapa negara lainnya. Dan kini meski usianya masih muda, Dea mampu meraup omset hingga milyaran rupiah dari usaha batiknya.

Sudah banyak penggerak sociopreneur Indonesia yang sukses dan pastinya sangat menginspirasi. Kalau kamu kapan nih, sobiz? (akw)

(***)

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.