Tips dan Artikel

:

Inilah! “The Hero Telkom Craft Indonesia” 2018

2018 March 26 17:42

Pameran Telkom Craft Indonesia 2018 yang digelar selama empat hari di Jakarta telah resmi ditutup dan membukukan nilai transaksi lebih dari Rp 20,1 miliar. 

Dari seluruh transaksi, sebanyak 78% merupakan transaksi non-tunai atau digital payment, yang terdiri Tcash, blanja.com, dan EDC Himbara. Hal ini cukup menggembirakan karena transaksi secara cashless mengalami peningkatan cukup tinggi dibandingkan dengan pelaksanaan Telkom Craft tahun lalu.

Sebagai bentuk apresiasi yang bertujuan memantik semangat dan menumbuhkan kreativitas para pelaku UKM yang berpartisipasi dalam Telkom Craft 2018, Telkom memberikan penghargaan kepada UKM terbaik dalam lima kategori, yaitu:

Best of the Best kategori Fashion: Suke Clothing

Best of the Best kategori Craft: Amalia Jewelry

Best of the Best kategori Food: Rendang Uninem

Favorit Exhibitor: Ghazy Leather

Biggest Transaction via Tcash: Monze Leather

Dari seluruh kategori di atas terpilih Best of the Best yang diraih oleh Suke Clothing. Peraih Best of the Best mendapat penghargaan istimewa untuk ikut serta dalam festival berskala internasional Tong Tong Fair di Belanda.

Melalui Telkom Craft Indonesia 2018 ini, Telkom membuktikan bahwa UKM binaan RKB sudah siap bersaing secara global sekaligus menjadi penggerak ekonomi digital Indonesia. Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. 

Suke Clothing

Suke Clothing meraih juara pertama pada kategori Best of the Best kategori Fashion dan 1st Best Exhibitor kategori Fashion dan stand booth terbaik di ajang yang diikuti oleh sekitar 400 usaha kecil menengah (UKM) se Indonesia itu.

“Haleluya, puji Tuhan, sungguh karya yang nyata dalam hidup saya. Tidak menyangka saya menjadi Juara 1 dalam ajang pameran besar seperti ini. Saya mendpatkan dua piala bersama stand booth paling baik. Dan yang paling mengejutkan, bulan depan saya diundang ke Malaysia dan tembus ke Eropa,” ungkap Yuris, pemilik Suke Clothing.

Untuk mencapai prestasi ini, Yuris mengaku dia tidak sendiri. Ada beberapa pihak yang dianggap sangat berjasa pada perjalanan untuk mencapai juara. Itu sebabnya, dia mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak, diantaranya Matius Hardin, juga istrinya Susanna Rantelino, Rumah Kreatif Telkom Makale, Freedom Jans Winner, Raja Katokkon, Merda Mangajun, dan beberapa pihak lainnya.

Perjalanan panjang Yuris dan Suke Clothing dimulai dari pembinaan Rkb Telkom Makale, kemudian lolos mengikuti kurasi Telkom se-regional VII di Makassar, dan juara 1 tingkat nasional the best hero Telkom Craft Indonesia 2018 di JCC 22-25 Maret 2018.

Suke Clothing yang baru didirikan pada bulan Juli 2017 lalu, mendapatkan bantuan pembinaan dari Telkom Makale melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB) di Makale, dan telah melewati kurasi di Makassar pada bulan November 2017 untuk dapat mengikuti pameran Telkom Craft Indonesia 2018 di Jakarta.

Suke Clothing merupakan pengrajin kain batik Toraja atau yang disebut kain Ma’a, yang berlokasi di Pantan, kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Didirikan oleh Yuris dan keluarga. Sang ayah, Matius Hardin sebagai desainer dari motif yang digunakan. Suke Clothing menawarkan berbagai motif kain yang dicetak menggunakan cap, tumbuk, dan tulis. (inf)

(***) 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.