Tips dan Artikel

:

Inspirasi Bisnis Kaus Olahraga Menjelang Asian Games 2018

2018 February 07 09:56

Dalam waktu dekat akan berlangsung Asian Games 2018 yang dilakukan di Indonesia tepatnya Jakarta dan Palembang. Hajatan nasional ini membuka celah usaha untuk membuat kaus olahraga.

Disadur dari buku ‘Top 50 Bisnis Rumahan Super Tajir’ terbitan pertama tahun 2014, berikut peluang usaha kaus olahraga.

A. Peluang Bisnis

Bisnis yang berhubungan dengan olahraga tidak pernah surut, termasuk bisnis kaus olahraga. Bahan baku yang mudah didapatkan dan ongkos produksi yang relatif murah menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.

Belum lagi kalau kamu berhasil bekerja sama dalam pengadaan kaus olahraga untuk instansi atau perusahaan.

B. Persiapan Memulai Bisnis

Mencari penjahit yang bisa diajak kerja sama.

Mencari produsen yang mampu menyediakan bahan dengan harga murah.

Membeli beberapa unit mesin jahit untuk bagian produksi.

Mencari karyawan yang sudah ahli dalam menyablon pakaian.

Mencari inspirasi untuk desain-desain kaus yang lebih beragam.

C. Strategi Bisnis

Gencar melakukan promosi dengan memasang spanduk dan membuat katalog desain-desain kaus.

Menawarkan kerja sama ke sekolah-sekolah maupun perusahaan-perusahaan untuk membuat kaus olahraga.

Berusaha mengerti keinginan pelanggan dalam mewujudkan kaus olahraga pesanannya.

Bermain di harga yang kompetitif.

Selalu mengutamakan kualitas dalam pemilihan bahan baku dan kualitas sablon.

D. Hambatan Bisnis

Persaingan dengan usaha sejenis yang memiliki harga dan kualitas yang lebih baik.

Harga bahan baku yang melonjakan naik.

Pemesan menjadi sepi ketika tidak ada.

Pemesanan menjadi sepi ketika tidak ada perhelatan acara olahraga maupun tahun ajaran baru.

E. Tips Bisnis

Usahakan untuk selalu tepat waktu dalam menyelesaikan pesanan. Hal ini merupakan salah satu cara membuat klien kamu percaya dan mau terus bekerja sama.

Jalin kemitraan dengan produsen kaus atau garmen yang lebih besar sehingga suatu saat jika garmen tersebut kebanjiran order, bisa menunjukan kamu sebagai mitra dalam membantu pengerjaan order tersebut.

F. Analisis Bisnis

Masa manfaat peralatan adalah 3 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp100.000. Biaya penyusutan per bulan adalah Rp6.650.000 dikurangi Rp100.000 dibagikan 36 bulan menjadi Rp182.000 per bulan.

Dalam sebulan, mampu menyelesaikan 300 kaus. Harga per kaus Rp25.000 jadi omzet dalam sebulan adalah 300 dikalikan Rp25.000 adalah Rp7.500.000.

Analisis Break Even Point (BEP)

Dengan omzet Rp7.500.000 dan total biaya operasional adalah Rp5.782.000 maka laba per bulan adalah Rp1.718.000. Makan balik modal dalam waktu 3,9 bulan.

(***)

Sumber: okezone.com 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.