Tips dan Artikel

:

Jika Kekayaannya Hilang, Bill Gates Memilih Menjadi Peternak Ayam

2018 January 11 17:08

Orang terkaya di dunia sekaligus pendiri Microsoft Bill Gates baru-baru ini mengungkap apa yang akan dia lakukan apabila seluruh kekayaannya hilang.

Hal ini dijabarkan Gates dalam unggahan blog bertajuk Gates Notes.

Mengutip Evening Standard, Selasa (14/11/2017), Gates menyatakan apabila ia harus hidup hanya dengan 2 dollar AS per hari atau setara sekitar Rp 27.000, maka ia akan berternak ayam.

Menurut Gates, keputusan ini diambilnya setelah bertemu dengan warga di beberapa negara termiskin di dunia.

Gates mengungkapkan, bagi masyarakat yang hidup dalam kondisi sangat miskin, kehidupan mereka lebih baik ketika berternak ayam.

“Melalui pekerjaan saya dengan yayasan, saya telah bertemu dengan banyak orang di negara-negara miskin yang berternak ayam. Saya telah belajar banyak tentang suka dan duka memiliki unggas ini,” ujar Gates.

Suami dari Melinda ini juga menjelaskan, ayam merupakan investasi yang cukup menguntungkan secara finansial.

Pasalnya, ayam bereproduksi dengan cepat dan dapat dijual seharga 5 dollar AS atau setara sekitar Rp 67.500 di Afrika Barat.

Selain itu, imbuh Gates, ayam dan telur yang dihasilkan juga merupakan sumber nutrisi.

Memiliki ayam, ungkap Gates, pun dapat memberdayakan kaum wanita lantaran ayam biasanya tetap berada di dekat rumah.

Gates menyatakan, para wanita yang memelihara dan menjual ayam kembali menginvestasikan uang yang mereka peroleh untuk keluarga mereka.

Yayasan yang didirikan Gates, yakni Bill & Melinda Gates Foundation bekerja sama dengan Heifer International Charity mendonasikan hewan ternak ke beberapa kawasan paling miskin di dunia.

Menurut Gates, ayam adalah faktor besar di dalam yayasannya guna mencapai tujuan-tujuan kemanusiaan di Afrika.

“Yayasan kami mengandalkan ayam. Bersama mitra-mitra di kawasan sub-Sahara Afrika, kami bekerja untuk menciptakan sistem pasar ternak yang berkesinambungan,” jelas dia.

Gates menuturkan, penting dalam sistem ini untuk memastikan para peternal membeli unggas yang telah divaksinasi secara tepat dan sesuai dengan kondisi lokal agar dapat berkembang biak.

“Tujuan kami adalah membantu 30 persen keluarga di pedesaan di sub-Sahara Afrika dalam berternak ayam yang telah divaksinasi, meningkat dibanding saat ini yang hanya 5 persen,” terang Gates.

(***)

Sumber: kompas.com 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.