Tips dan Artikel

Kamu Ingin Sukses? Miliki Dulu Kecerdasan Emosional

2018 May 23 12:43

Bermodal sedikit pengetahuan teknologi, Jack Ma berhasil membuat Alibaba menjadi raksasa e-commerce dunia. Hingga kini jadi orang terkaya di China dan Asia, dengan harta diestimasi USD 46,9 miliar atau di kisaran Rp 637,6 triliun.

Baginya, kecerdasan tidak menjamin kesuksesan. Satu kunci keberhasilan menurutnya adalah mengetahui bagaiamana memperlakukan orang dengan baik.

“Jika ingin sukses, maka kalian harus memiliki emotional quotient (EQ) yang sangat baik. Karena kalian akan memahami bagaimana bekerja sama dengan orang lain. Tak peduli seberapa cerdas kalian, jika tidak dapat bekerja sama, kalian tidak akan pernah sukses,” ujarnya.

Itu lah kisah Jack Ma yang awalnya miskin pengetahuan teknologi namun kini menjadi salah satu penguasa teknologi dunia. Memiliki kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi bagi sebagian orang masih dianggap sebagai modal utama untuk meraih kesuksesan.

Kecerdasan emosional (EQ) berkaitan kuat dengan kemampuan seseorang untuk merasakan dan mengendalikan gejolak perasaan yang ia dan orang lain rasakan. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik tak akan membiarkan perasaannya membuat profesionalitasnya jadi tumbal.

Ia akan tetap mau bekerja maksimal meskipun sedang merasa jengkel, kecewa, atau bahkan sedih-sedihnya. Ia bukan tipe orang yang hanya mampu bekerja dengan baik saat kondisi hatinya sedang baik-baik saja.

Kecerdasan emosional sendiri memiliki banyak indikator untuk mengukurnya yang memiliki pengaruh besar pada bagaimana cara kita mengelola perilaku, menavigasi kompleksitas sosial, dan membuat keputusan pribadi agar meraih hasil positif. Kecerdasan emosional sendiri terdiri dari empat ketrampilan inti yang berpasangan dalam dua kompetensi utama, yaitu kompetensi personal dan kompetensi sosial.

Kecerdasan emosional sendiri terus berproses dimulai dari usia 15 sampai 50 tahun atau lebih yang berkembang dan ditingkatkan melalui praktek. Meskipun beberapa orang secara alami memiliki kecerdasan emosional, kamu sendiri bisa mengembangkan hal tersebut lebih tinggi bahkan bila sekalipun tidak dilahirkan dengan hal itu.

Selain IQ dan EQ, setiap manusia memiliki kepribadian berbeda satu sama lain yang merupakan bagian akhir dari teka teki. Kepribadian sendiri merupakan hasil dari pengalaman pribadi yang berkaitan dengan citra diri apakah dia introvert atau ekstrovert sehingga ketiganya tidak bisa menjadi bahan perbandingan.

Kecerdasan emosional memiliki kemampuan untuk memprediksi kinerja seseorang dan menurut TalentSmart terdapat 33 keterampilan kerja. Paling tidak, kecerdasan emosional bisa menjadi bekal untuk kamu dalam meraih kesuksesan dengan pola pengembangan secara praktikal.

Selain itu, cara untuk mengembangkan kecerdasan emosional adalah komunikasi antara emosi dan rasional kamu. Jalur untuk kecerdasan emosional dimulai di otak yang bergerak ke sumsum tulang belakang, dan pada akhirnya ke indera utama.

Sehingga reaksi emosional yang ada dalam diri kita muncul ketika melihat sebuah peristiwa dan telah terjadi komunikasi antara emosional dan pusat rasional di otak. Hal tersebut menentukan bagaimana reaksi yang akan muncul dalam diri kamu saat tengah melihat peristiwa tersebut. (inf)

(***) 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.