Tips dan Artikel

Kembangkan Kreatifitas Anak Lewat Mainan Ala Jamooga

2018 May 24 15:15

Tak selamanya limbah dari barang tak terpakai tidak memiliki manfaat. Dengan sedikit keterampilan, limbah pun bisa menjadi sesuatu yang bernilai. Contohnya apa yang dilakukan oleh Dila ini, dengan mengubah limbah kayu menjadi mainan anak-anak dengan nilai seni tinggi.

Dila yang menamakan produknya dengan nama Jamooga ini menjual beragam mainan anak hingga pajangan rumah memanfaatkan limbah kayu, seperti jati dan mahoni. 

“Kita sengaja menggunakan limbah kayu. Kita enggak motong dari pohon, tapi ambil dari limbahnya,” ucap Dila saat ditemui dalam ajang pameran kerajinan INACRAFT 2018 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

Jamooga merupakan produk mainan unik berbahan dasar kayu, dengan sebuah pola yang dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan. Mirip seperti puzzle yang dapat disusun-susun. Selain sebagai mainan edukasi anak, Jamooga juga bisa dijadikan sebagai hiasan dekorasi karena bentuknya yang unik dan menarik.

Dodi sendiri bercerita, bahwa dirinya memulai bisnis mainan edukasi anak ini setelah keluar dari pekerjaannya di bidang periklanan atau advertising. Dodi mengaku ingin memiliki sebuah usaha kerajinan tangan kreatif yang memiliki sebuah fungsi.

Kemudian dengan modal sekitar Rp 60 juta, Dodi yang menggandeng seorang partner kemudian memulai bisnis tersebut. Dodi kemudian mulai mendesain sendiri produknya tersebut, dan membuat prototype Jamooga. 

Dia memulai semua ini pada Maret 2017, atau kurang lebih setahun belakangan di Bandung, Jawa Barat. Dari sana, kemudian Dodi rajin mengikuti berbagai pameran untuk memperkenalkan produknya. 

Produk Jamooga dijual dengan rentang harga mulai dari Rp125 ribu – Rp500 ribu tergantung dari kerumitan proses pembuatan masing-masing barang. Produk Jamooga bisa dilihat melalui sosial media seperti Instagram dan Facebook.

“Alhamdulillah dari sini kita sudah berangkat ke Milan, NewYork, Jepang, untuk pameran. Sudah mulai ada ekspor juga walau belum banyak. Ekspor ke Italia, ke Jepang, Meksiko,” ujarnya.

Dengan bisnisnya yang berkembang, Dodi juga akhirnya bekerjasama dengan pengrajin di wilayah Jepara serta Jogja untuk membuat produknya. Kini dalam sebulan Dodi bisa memproduksi hingga 5.000 pieces dalam sebulan. (inf)

(***)

Dari berbagai sumber

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.