Tips dan Artikel

Kepulauan Riau Jadi Andalan Program Hot Deal Kemenpar

2018 January 01 21:11

Potensi wisata di kepulauan Riau
tak kalah indahnya dibanding kawasan lain di Indonesia. Posisinya yang
strategis, tak jauh dari Singapura dan Malaysia, menjadi nilai lebih bagi
pariwisata Kepulauan Riau. Hal itu yang mendorong Pemerintah, khususnya Kementerian
Pariwisata memasukan kepualauan Riau sebagai salah satu destinasi wisata yang
bakal dipromosikan tahun 2018.

Untuk itu, Kemenpar telah melakukan program promosi ‘Hot Deals’
Kepri kepada sejumlah pasar pariwisata dunia diantaranya ke kawasan Asia Timur.
Hot Deal, sendiri merupakan sebuah program untuk mempromosikan pariwisata
nasional yang  menjadi salah satu program andalan Kementerian Pariwisata
(Kemenpar).

Deputy General Manager Palm Spring, sebuah kawasan golf di
kepri,  Alex Leksmana mengungkapkan, Program Hot Deal besutan 
Kemenpar berhasil mengatrol jumlah pengunjung hingga menembus angka 39 ribu.
Hebatnya lagi, mayoritas pengunjung sebesar 80 persen adalah wisatawan
mancanegara. “Setelah menjadi bagian Program Hot Deal total jumlah
pengunjung mencapai 39 ribu dengan prosentase kenaikan signifikan. Wisman yang
bermain di tempat kami semuanya dari Singapura,” kata Alex, dalam rilis
yang diterima Gatra.com, kamis (28/12).

Peluang itu, lanjut Alex, dikombinasikan dengan kegiatan
turnamen yang digelar selama dua hari. Sehingga,  wisatawan yang datang
juga menginap dan berpotensi berbelanja atau aktivitas lain. Program Hot Deal,
akan berlangsung hingga 2018. Dalam catatan Kemenpar, pemasukan dari 
Program Hot Deal sudah mencapai Rp66,123 miliar.

Angka tersebut dihasilkan dari penjualan paket wisata 72.743
tiket kepada Singapura dan Malaysia sebagai market utama. Organizing Committee
Program Hot Deal, Christine Besinga menjelaskan, penurunan harga paket sampai
73% menjadi daya tarik program ini. “Penurunannya memang besar, tapi kami
tidak rugi, justru untung. Sebab, kami  memanfaatkan hari kerja Senin
sampai Kamis. Pada hari kerja tersebut, transportasi khususnya kapal ferry
memang sepi. Dengan Hot Deal ini aktivitas bisnis tetap jalan normal melalui
empat pintu masuk. Harusnya program ini bisa diterapkan di tempat lain dan
membuka pasar lebih besar di Asia,” ujar Christine. 

Pintu gerbang wisata dibagi dalam empat pintu, Kepri ditargetkan
bisa menerima  3,25 juta orang wisman atau naik 62% dari tahun lalu. Batam
tetap jadi pintu utama dengan beban 2,27 juta wisman atau naik 50 persen, yang
ditopang oleh wisata Tanjung Uban (600 ribu), Tanjung Pinang (190 ribu), dan
Tanjung Balai Karimun (190 ribu).

Christine menambahkan, inovasi Program Hot Deal di wilayah Kepri
akan dilakukan dengan mengacu hasil evaluasi Kemenpar dan potensi perubahan
target kunjungan wisman tahun depan. “Melihat potensi besar di Kepri, kami
akan melanjutkan program ini dengan berbagai perubahan. Kami ingin mendapatkan
hasil lebih baik. Tapi, seperti apa perubahannya, kami belum tahu. Kami harus
menunggu hasil evaluasi Kemenpar, sambil memperhatikan targetnya,” ungkap
Christine.

Sejauh ini, wisman asal Singapura menjadi primadona program Hot
Deal. Wisman Singapira menyumbang kunjungan hingga 35.935 pengunjung, atau
setara 47 persen. Malaysia menduduki peringkat ke dua dengan 12.544 pengunjung atau
setara 47 persen.  Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Asia Tenggara
Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, Program Hot Deal di Kepri akan diteruskan
sebab memberi peningkatan jumlah pengunjung sampai 80 persen. Kenaikan
signifikan jumlah wisatawan tentu berbanding lurus dengan pendapatan yang
diterima para pelaku bisnis industri pariwisata di Kepri.

“Batam memang menjadi prototype dan Kemenpar tentu gembira
karena Program Hot Deal ini sukses. Target penjualan para pelaku bisnis di sini
mayoritas naik naik 70 persen sampai 80 persen. Jujur kami sangat terkejut
dengan jumlah kenaikan itu, kan ini program sambil jalan. Kami tidak melakukan
prepromosi. Program ini tetap akan dilanjutkan di Kepri,” jelas Rizki. 

(***)

Sumber: gatranews.com 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.