Tips dan Artikel

Kisah Inspiratif Santoso Pembudidaya Ikan Hias Yang Sukses Dari Nol

2019 May 08 06:04

Santoso lahir dari keluarga yang kurang mapu, bahkan keluarganya pun dulu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sadar tidak dilahirkan sebagai orang kaya, sejak kecil ia terus bekerja keras dan bertekad menjadi orang sukses di kemudian hari. Santoso sudah lama menempa dirinya dengan sejumlah aktivitas yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Bahkan meski masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Santoso kecil sudah bekerja sebagai Caddy Tenis pada 1970-an di dekat kompleks TNI AU, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Walaupun Santoso hanya mendapatkan upah Rp100,- namun waktu itu dirasa cukup untuk membantu dan meringankan beban orang tua dalam menghidupi keluarga. Maklum saja, Santoso lahir dari keluarga besar, ia dilahirkan dengan 8 bersaudara.

Pada 1993, Santoso mengadu nasib ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Namun, ia hanya bertahan sekitar 3 tahun saja. Sebab sejumlah lamaran pekerjaannya terus ditolak. Santoso memutuskan kembali ke kampungnya, di daerah Dusun Gendangan, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah. Tidak patah arang, ia mencoba menggeluti budidaya ikan dengan menyewa tanah kas desa seluas 300 meter dari uang pinjaman.

Perjalanan budidaya ikannya pun dimulai. Dari mulai budidaya ikan hingga mengembangkan cara pembibitan benih. Santoso kemudian pergi ke Balai Benih Ikan (BBI) yang letaknya tak jauh dari kediamannya. Tantangan demi tantangan bak pelecut baginya. Santoso akhirnya berhasil membuat gemuk ikan-ikannya itu dalam waktu cepat.

Hasil penjualan ikannya meningkat drastis dan dipergunakan untuk membayar utang-utangnya. Pada 1998, ia melebarkan sayap dengan budidaya ikan hias jenis koi. Sedikit demi sedikit, dirinya mulai merasakan hasilnya. Pada 2007, usahanya terus berkembang dan mencoba peruntungan mengembangkan jenis ikan hias lain berupa Arwana. Ternyata pasar menyambutnya dengan baik. Tak hanya di dalam negeri saja, namun sampai menembus ke Tiongkok, Singapura, hingga Jepang.

Pendapatannya pun kini sudah mencapai ratusan juta dari hasil penjualan ikan hias yang nilainya bisa jutaan untuk seekornya saja, tentu dengan mempertimbangkan ukuran dan kualitasnya. Selain bisa menghidupi keluarganya, Santoso juga merekrut 11 tetangganya untuk menjadi karyawannya.

Setelah sukses dengan usaha ikannya, Santoso kini aktif sebagai Pengawas di Asosiasi Pecinta Koi Indonesia dan mengelola kolam seluas 1,4 hektare yang diisi dengan ikan-ikan hias seperti koi, arwana, maupun jenis lainnya.

Nah itulah kisah sukses Santoso dengan bisnis di bidang perikanan yang ternyata juga menguntungkan. Bagaimana YPagers, apakah terinspirasi dengan cerita tersebut?

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.