Tips dan Artikel

Kisah Inspiratif Sharlene Purwanto, Berani Resign untuk Bikin Brand

2018 January 05 11:52

Masuk ke dalam salah satu kebutuhan pokok manusia selain pangan dan papan, sandang.

Maka, tak heran jika banyak bisnis pakaian menjamur di dunia ini. Di Indonesia sendiri, bisa kamu temukan sendiri beragam konsep bisnis pakaian yang memiliki pasarnya masing-masing. Baik secara online maupun offline.

Salah satunya yakni Lene, brand pakaian wanita milik Sharlene Purwanto. Dipasarkan secara online sejak April 2016, Lene hadir mewarnai pangsa pasar pakaian wanita dengan potongan yang berbeda. 

Kehadirannya memberi warna baru dunia fashion untuk wanita zaman sekarang tampil elegan dan anggun tanpa menguras kantong.

Meski masih terbilang baru, namun, bisa dibilang Lene telah mampu merangkul banyak orang untuk mengagumi setiap potongan pada pakaian yang diciptakan. 

Mereka tak hanya menawarkan pakaian yang bagus, namun, lebih dari itu, Lene bertekad untuk memberi semangat dan keyakinan yang terbungkus dalam setiap kemasan agar wanita percaya akan dirinya sendiri.

Menurut Sharlene, hasratnya pada bidang fashion-nya hadir bukan karena hanya sekadar keinginan. Ketertarikan dengan dunia fashion sudah ia rasakan sejak kecil. 

Uniknya, perempuan yang besar di Singapura ini pernah termotivasi untuk menjadi fashion designer karena waktu kecil ia tak punya baju-baju cantik. Dilansir dari Bintang.com, Jum’at (05/01/2018) “Dari kecil aku suka dress up, tapi nggak pernah punya yang cantik. Dari situ, aku punya motivasi kalau sudah besar, aku ingin bikin baju sendiri,” kata Lene.

Sebelum memutuskan untuk mendirikan Lene, perempuan kelahiran Jakarta, 20 Juni 1990 ini pernah bekerja di sejumlah posisi di bidang fashion pada perusahaan retail internasional selama beberapa tahun. 

Namun ia tak cukup puas untuk menekuni passion-nya. Dari pekerjaan-pekerjaan di bidang fashion yang pernah dilakoninya, ia pun merasa terpanggil untuk lebih tenggelam pada passion-nya dengan membuat brand serta pakaian produksi sendiri.

Menurutnya, kerja kantoran membuat dirinya tak bisa mobile dengan leluasa karena ada waktu dan aturan yang mengikat dirinya. 

Untuk itu, anak sulung dari dua bersaudara tersebut pun memberanikan diri untuk keluar dari pekerjaan dan merancang bisnis pakaian wanita yang sejak kecil ia impikan. 

Meski awalnya mendapat ragu dari keluarga, namun, dara berambut panjang ini nggak langsung patah semangat. Ia membuktikan bahwa dirinya bisa mendirikan dan mengembangkan bisnisnya.

Lantas, bagaimana Sharlene dalam menjalani bisnis yang sempat diragukan orangtuanya itu? 

Bagaimana ia mempertahankan bisnis pakaiannya di tengah derasnya persaingan? 

Sebagai perancang busana Lene harus punya stok ide berlimpah, Lene rupanya tak kesulitan untuk mendapatkan ide. Menurutnya, ide bisa datang dari mana saja. Termasuk dari para customernya yang memberikan saran.

Tips untuk anak muda yang ingin berbisinis seperti Lene, “Harus mau dan punya keinginan untuk mencoba. Karena kalau kita cuma pengin ini pengin itu, tapi, nggak punya niat dan nggak take action, ya nggak akan terjadi. Jadi kita harus punya niat dan take action of what you wanna do in our life”. pungkas Lene.

(***)

Sumber: Bintang.com

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.