Tips dan Artikel

Kisah Kerja Keras Penderita Down Syndrome Jadi Miliarder dari Bisnis Kaus Kaki

2018 January 26 10:48

Cerita dimulai saat tahun 2016, John, penderita down syndrome berusia 21 tahun, mengatakan kepada ayahnya, Mark, bahwa dia ingin memulai bisnis saat dia lulus dari sekolah menengah atas. Namun, dia belum tahu bisnis seperti apa.

Akhirnya, mereka mendapatkan sebuah ide dari hal yang paling disukai oleh John, yakni kaus kaki. Menurut Mark, John memang mengenakan kaus kaki yang unik dan penuh warna sejak kecil.

“Kaus kaki itu menyenangkan, kreatif dan penuh warna. Dengan menjual ini, artinya saya menjadi diri sendiri,” kata John seperti dilansir dari BBC Business, Selasa (16/1).

Dari situ, dimulailah perjalanan bisnis John’s Crazy Socks. Di tahun pertama saja, Mark mengaku bahwa mereka telah menghasilkan pendapatan USD 1,4 miliar atau Rp 18,6 triliun, di mana USD 30.000 disumbangkan sebagai amal.

Sebagai pengendali utama bisnis ini, John juga menghadiri acara-acara perdagangan serta berinteraksi dengan para pelanggan dan supplier.

“John bekerja sangat keras untuk bisnis ini. Kami biasanya di kantor sebelum jam 9 pagi dan tidak akan pulang hingga jam delapan malam. Dia benar-benar menginspirasi,” kisah Mark

Pasangan ayah dan anak tersebut juga mengatakan, salah satu tantangan terbesar bisnis mereka adalah menyesuaikan permintaan pelanggan. Di bulan pertama saja, John’s Crazy Socks sudah mendapatkan 452 pesanan.

Tiga bulan kemudian, jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 10.000 pesanan, membuat mereka harus pindah ke tempat yang lebih besar untuk memenuhi pesanan tersebut.

“Kami sedikit terkejut melihat cepatnya pertumbuhan bisnis ini,” kata Mark.

Hal ini juga disebabkan pasar kaus kaki global yang memang besar. Di mana, nilainya mencapai USD 42 miliar pada tahun 2016 dan diperkirakan mencapai lebih dari USD 75 miliar pada akhir tahun 2025, menurut Transparency Marketing Research.

Kesuksesan kaus kaki mereka juga didorong oleh meningkatnya perhatian netizen, melalui pemberitaan media dan popularitas di media sosial. Saat ini, halaman mereka telah disukai lebih dari 90.000 orang dan mendapatkan lebih dari satu juta views untuk video di Facebook.

Mark dan John berharap bisa meneruskan kesuksesan mereka dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar di tahun kedua. Mereka berencana menjual kaus kaki custom dan menyediakan sistem grosir untuk dijual pada para pebisnis kecil.

“Down syndrome tidak akan menghentikanku,” kata John.

(***)

Sumber: kumparan.com 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.