Tips dan Artikel

Kisah Sukses Peternak Lele Yang Tidak Amis Dengan Bioflok

2019 March 08 08:18

Salah satu peternak lele asal Ponorogo menggunakan teknik budidaya dengan cara yang unik, namun dapat menghasilkan omzet yang luar biasa. Cara tersebut adalah dengan beternak lele di kolam bioflok. Muhammad Komarudin (45) mengatakan bahwa budidaya seperi ini pertama kali diperkenalkan oleh Menteri Susi Pudjiastuti pada awal tahun 2017.

Komarudin juga menjelaskan bahwa dengan menggunakan sistem bioflok, kolam akan selalu bersih dan tidak bau amis, sehingga ikan-ikan lele yang ada di kolam tersebut juga tidak amis. Bentuk kolamnya pun berbeda, karena jika umumnya kolam berbentuk kotak, kolam milik Komarudin tersebut berbentuk bulat yang dilapisi kain terpal sebagai wadah air. Kolam seperti ini dinilai lebih praktis dan menghemat tempat, karena untuk satu kolam ikan dengan diameter 3 meter sanggup menampung 3-5 ribu ekor lele.

Komarudin mengaku baru beralih menggunakan sistem biflok dikarenakan sekitar 3 tahun yang lalu, ia baru memiliki sebuah smartphone dan sering membaca beberapa informasi di internet yang mengajarkan bahwa sistem bioflok ini ternyata sangat menguntungkan.

Setelah ia terjun ke dalam sistem bioflok, barulah ia menyadari bahwa memang sangat memberikan keuntungan. Pertama, kolam akan selalu tetap bersih karena sistem pembuangan kotoran lelenya akan dikeluarkan lewat pipa khusus, sehingga tidak mengendap di bawah kolam.

Kedua, setiap kolam dilengkapi dengan aerator untuk menambah pasokan udara di dalam air. Artinya kolamnya pun terus ditambahkan air, sehingga akan tetap bersih tanpa harus menguras. Tak hanya itu, air yang keluar dari pipa beserta kotoran lele dapat langsung dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

Jenis lele yang dibudidayakan Komarudin adalah jenis sangkuriang yang didatangkan langsung dari Kediri. Jenis ini lebih mudah pemeliharaannya dan cepat panen, apalagi menggunakan sistem bioflok, 3-4 bulan sudah bisa dipanen. Sistem bioflok ini memang sangat cocok untuk para peternak lele.

Sistem yang bagus akan menghasilkan keuntungan yang baik pula. Karena ukuran lele milik Komarudin yang tidak terlalu besar dan tidak amis, lele-lele hasil budidayanya pun mendapat perhatian lebih dari para konsumen. Tak heran jika omzet yang didapat Komarudin dari beternak lele mencapai Rp18 juta setiap bulannya yang didapat dari penjualan 1,2 ton lele. Nah itulah tadi salah satu kisah sukses peternak lele yang menggunakan smartphone-nya untuk browsing di internet, dapat memiliki usaha yang memiliki omzet tinggi. Bagaimana, apakah Anda tertarik?

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.