Tips dan Artikel

Mengintip Peluang Usaha Beternak Lintah, Menguntungkan kah?

2018 August 20 16:20

Jika dulu
lintah hanya dianggap sebagai hama, maka seiring dengan perkembangan teknologi,
banyak orang yang percaya bahwa lintah cukup manjur untuk mengobati penyakit
stroke pada manusia. Caranya dangan meletakkan 2 hingga 4 intah di beberapa
titik yang disinyalir mengalami penyumbatan pembuluh darah. Hanya dalam
beberapa jam, lintah pun mampu menghisap darah kotor dari si pasien. Cukup
bermanfaat kah? Tentu bagi kesehatan. Namun bagaimana dari sudut pandang peluang usaha dan omzet yang bisa dihasilkan dari beternak lintah ini?

Permintaan akan  lintah yang cukup tinggi saat ini
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa lintah kini diyakini mampu mengobati penyakit seperti stroke. Maka dengan itu pula, permintaan pasar
semakin tinggi terhadap lintah. Dari sini kita sudah bisa melihat bahwa
komoditi lintah mulai diperhitungkan di pasaran dan tentunya memiliki harga.
Tak hanya itu, penggunaan lintah untuk pengobatan dilakukan
layaknya jarum suntik, hanya sekali pakai saja. Jadi jika sudah digunakan untuk menyedot darah kotor pasien, maka lintah akan dilepaskan ke alam bebas ataupun dimatikan. Inilah yang membuat permintaan lintah di pasaran juga tinggi dan memiliki harga yang cukup mahal.
Seorang terapis lintah dari Dusun Duren, Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat bernama Enjang Mulyana mengatakan bahwa dirinya membutuhkan sedikitnya 60 hingga 200 lintah per harinya yang ia dapat dari
hasil beternak sendiri ditambah dari para peternak lainnya. Para peternaklainnya biasanya memasok sekitar 1.000 hingga 2.000 lintah kepada terapis.
Permintaan yang tinggi akan kebutuhan lintah bagi kesehatan tak hanya datang dari dalam negeri. Bahkan permintaan juga datang dari China yang
membutuhkan sedikitnya 6 ton lintah kering per bulannya kepada peternak di
Indonesia. Namun terbatasnya pasokan membuat permintaan ini jadi tersendat. Jika dihitung-hitung, untuk mendapatkan 6 ton lintah kering, berarti harus mengumpulkan 1,8 juta lintah segar per bulannya. Tentu saja, harganya menjadi sangat mahal sekarang ini.

Bagaimana cara beternak lintah?

Tak jauh berbeda dengan cara beternak hewan lainnnya, beternak
lintah membutuhkan pakan yang sepadan. Lintah merupakan hewan karnivora dan pemakan darah, sehingga untuk pakannya dibutuhkan belut dan beberapa hewan tak bertulang belakang lainnya seperti cacing, larva serangga, hingga siput.
Sementara untuk lokasi beternaknya, bisa dilakukan di tempat yang mirip dengan habitat asli lintah tersebut. Yakni di daerah yang tidak langsung
terpapar sinar matahri, teduh dan sedikit lembap. Untuk wadahnya sendiri bisa berupa aquarium, kolam maupun kolam fiber.

Tidak ada aturan khusus yang mengatur tentang ukuran kolam, buat secukupnya saja. Yang terpenting, dasar kolam harus diberi lumpur yang dicampur dengan pasir, bebatuan, roster, maupun genting agar lintah bisa menempelkan kokonnnya. Suhu air di kolam tersebut bisa disesuaikan dengan alam sekitar. Sementara jika sedang musim bertelur suhu harus diturunkan sedikit dari lingkungan.
Lintah siap jual
Pada umumnya, lintah yang layak jual untuk pengobatan adalah lintah yang berumur sedikitnya 4 bulan dan telah mencapai ukuran sekitar 3 cm hingga 4 cm . Untuk harganya, biasanya para peternak bisa menjualnya sekitar Rp
3.000 – Rp 4.000 per ekor, khusus untuk pengobatan. Bayangkan jika peternak menjual sekitar 1000 ekor per bulannya? Tentu sebuah omzet yang cukup besar bagi sebuah peluang usaha dengan modal sedikit.
Jadi, bagaimana menurut Sobiz? Apakah beternak lintah seperti ini merupakan peluang usaha yang smart sekarang ini? Sobiz lah yang memutuskan. Yang jelas, untuk mendapatkan informasi terlengkap dan tren terbaru tentang peluang usaha yang menguntungkan, maka Sobiz bisa langsung bergabung bersama YellowPages dengan mengunjungi website YellowPages sekarang juga!
 

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.