Tips dan Artikel

Sukses Bisnis Sepeda Kayu, Hingga Raup Omzet Rp 200 Juta/Bulan

2018 May 15 19:21

Siapa sangka kayu bisa dijadikan alat transportasi darat oleh beberapa anak muda kreatif.

Biasanya sebagian pengrajin kayu hanya menjadikannya sebagai bangku, lemari, meja, atau barang lainnya.

Melalui tangan anak muda yang kreatif, kayu bisa menjadi alat transportasi yaitu, sepeda. Ya, sepeda yang berbahan baku kayu merupakan produk yang unik. 

Nah, keunikan tersebut menjadi peluang bisnis bagi Didi Diarsa dan Maulidan Isbar yang masing-masing berperan sebagai founder dan co-founder Kayuh.

Berawal pada tahun 2014 keduanya membuat ide mengenai kreasi sepeda kayunya ini, mereka melakukan riset hingga 10 bulan, dan pada akhirnya di tahun 2015 keduanya berhasil membawa sepeda kayu buatannya ke Indonesia. 

Alasan Didi dan Maulidan membuat sepeda kayu tidak terlepas dari memanfaatkan limbah kayu karet yang potensi penggunannya bisa lebih baik lagi dibandingkan menjadi kayu bakar. 

Selain itu, masalah solusi dan kemacetan di kota besar seperti DKI Jakarta coba dijawab lewat terobosan ini.

Pembuatan frame sepeda dari limbah kayu karet dilakukan dengan merekatkan 12 lapis kayu hingga ketebalan tertentu menggunakan lem. Mengambil filosofi sapu lidi, semakin banyak lapisan kayu karet membuat frame sepeda semakin kuat. Itulah yang metode yang telah mereka lakukan demi terciptanya sepeda kayu.

Sampai saat ini ada lima model sepeda Kayuh, antara lain Kayuh Minivello, Kayuh Minivello Batik, Kayuh Folding Bike, Kayuh Bali Monocoque, dan Kayuh Bali Electric. 

Harga sepeda dipatok mulai dari Rp 3,5-5 juta per unitnya dan jika pembeli ingin menambah mesin listrik bisa membelinya dengan harga Rp 5 juta untuk dipasang di sepeda.

Sepeda Kayuh dibuat di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat. Di sebuah workshop ini, 50 sepeda kayu bisa dibuat setiap bulannya.

Dari 2017 sampai saat ini, sudah ada 112 sepeda Kayuh yang diproduksi dan sudah dipesan banyak daerah di Indonesia. Pihaknya pun tengah menjajaki penjualan sepeda Kayuh ke Barcelona, Spanyol.

Dengan produksi hingga 50 unit per bulannya, Didi dan Maulidan mampu mengantongi omzet Rp 150 juta hingga Rp 200 juta perbulannya. 

Menjadi anak muda yang super aktif dan penuh ide kreatif ternyata tidak ada salahnya ya, Sobiz. 

Terbukti mereka berhasil menjadi kaya raya, bagaimana denganmu apakah sudah siap memulainya? (akw)

(***) 

Artikel Terkait

  • Tidak ada data

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.