Tips dan Artikel

Susah Gaet Pelanggan? Terbukti, Word of Mouth Adalah Promosi yang Ampuh!

2019 July 12 09:16

Pernahkah YPagers berpikir bagaimana cara yang paling tepat untuk memasarkan brand milikmu? Di era konektivitas sekarang ini, promosi satu arah tampak kurang mumpuni lagi. Promosi yang mumpuni bukan berasal dari perusahaan melalui iklan, tetapi melalui rekomendasi dari konsumennya. Itu sebabnya, mengapa perbincangan viral alias word-of-mouth menjadi media kampanye pemasaran efektif. Alasannya, konsumen saat ini lebih percaya rekomendasi sesama konsumen ketimbang informasi langsung dari perusahaan.

Strategi pemasaran Word-of-mouth (WOM) adalah promosi yang dilakukan baik secara lisan maupun tertulis, online maupun offline, yang dilakukan tanpa memungut biaya. WOM adalah sebuah cara yang paling kredibel dan kuat dalam periklanan.

Menjalankan strategi promosi bisnis ala WOM bisa memberikan dua keuntungan bagi bisnis YPagers. Selain bisa mempertahankan eksistensi pelanggan lama, pelanggan lama tersebut juga tak keberatan untuk mengajak para pelanggan baru secara langsung ataupun tak langsung. Pihak pelanggan akan merasa tertarik dan terus menantikan beragam upaya inovasi yang kita lakukan.

Menjadi merek yang direkomendasikan maupun diperbincangkan oleh konsumen tentu harus melewati beberapa syarat. Salah satunya, produk atau layanan tersebut memang berkualitas dan unik.

Pada awalnya metode ini berawal dari stimulan yang dirasakan oleh seorang konsumen. Dari stimulan ini timbul dorongan sosial, emosional, dan fungsional. Konsumen yang puas dengan hasil jasa atau produk dari brand yang ia konsumsi, umumnya akan memberitahu temannya. Terkadang hal ini didasari oleh rasa ingin diakui oleh lingkungannya. Memberikan review baik positif, maupun negatif juga merupakan salah satu dorongan emosional dari diri seseorang. Dan secara fungsional, rekomendasi yang konsumen tersebut sampaikan merupakan pelengkap bagi rantai informasi.

Sejak hadirnya internet dan media sosial, seperti Facebook, MySpace, YouTube, dan Digg, kekuatan dari WOM pun bertambah. Contoh media sosial yang sedang booming saat ini adalah Path, Instagram, Snapchat, Facebook, Twitter. Pengguna media sosial dapat memberikan rekomendasi hanya dengan meng-update status pada akun mereka dan hal ini dapat menjadi informasi yang menarik bagi teman ataupun keluarganya.

Melansir dari Fortune Indonesia, ada 4 hal yang perlu YPagers perhatikan dalam pelaksanaan WOM:

Pertama, YPagers harus memiliki target influencers. YPagers perlu memastikan bahwa brand yang YPagers miliki sampai di telinga influencer yang tepat. Orang-orang ini bisa saja seorang jurnalis, public figure, atau bahkan trendsetter.

Kedua, YPagers harus membangun hubungan yang kuat dengan konsumen. Bagaimana caranya? Cara termudah untuk berkomunikasi dengan konsumen adalah dengan menggunakan platform sosial. Meledaknya media sosial yang terjadi beberapa tahun terakhir juga merupakan salah satu platform yang sangat mempengaruhi dunia advertising.

Ketiga, cari tahu kelebihan dan keunikan bisnis YPagers, dan sebarkan kepada orang banyak. Jangan hanya mengandalkan para influencer, YPagers juga dapat menjadi orang yang tepat untuk melakukan WOMM.

Dan yang terakhir adalah selalu bertindak jujur. Kesuksesan dari word-of-mouth marketing dalah mengandalkan kepercayaan dan kepuasaan konsumen terhadap brand, dan YPagers harus mendapatkan hal itu dengan kejujuran.

Meskipun word-of-mouth merupakan salah satu strategi pemasaran yang paling efektif, bukan berarti semua brand besar tidak memiliki iklan, dan tidak ada salahnya tetap membuat iklan untuk brand YPagers. Karena pada akhirnya, nilai atau value dari produk itu sendiri yang menjadi refleksi dari produk YPagers.

copyrights © 2018 MDMedia.   All rights reserved.